Kabupaten Lima Puluh Kota Laksanakan Sekolah Lapang Penangkar Benih Padi
17 Oktober 2021

Benih unggul merupakan salah satu pengungkit produktivitas padi. Benih unggul diharapkan mendukung pencapaian ketahanan pangan seperti arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi menindaklanajuti hal tersebut dengan menggerakkan Tim BPPSDMP untuk mengawal intensif petugas daerah, penyuluh pertanian dan petani  untuk memastikan tetap pembangunan pertanian tetap produktif.

Dalam upaya terus meningkatkan pengetahuan petani penangkar mengenai produksi benih dan perbenihan, dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi Batang Coran, Poktan Pandan Wangi, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, dengan materi, Hasil Pengamatan Labor Lapangan dan Perbenihan.

Tim Pemandu Sekolah Lapang (SL) Kecamatan Lareh Sago Halaban dan Efi Natalia, Pengawas Benih Kabupaten Lima Puluh Kota.

Efi Natalia selaku penyuluh setempat menjelaskan Selama ini banyak benih lokal yang unggul hilang dari peredaran. Ini karena tidak disertifikasi, Ke depan, petani yang ingin berusaha atau mengembangkan benih, agar dari awal menginformasikan kepada pengawas benih. Dan ini merupakan pertemuan ke 6 kalinya, imbuhnya.

Dalam kegiatan ini disampaikan materi mengenai syarat menjadi penangkar pada materi tersebut dijleskan Jika petani berminat dan telah memutuskan untuk jadi penangkar benih maka segera mengajukan permohonan atau informasi ke petugas pengawas benih di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam proses penangkatan benih, petani akan dibimbing oleh pengawas benih, mulai dari mememilih asal benih sampai benih yang diproduksi disertifikasi dan diberi label. Jadi dalam kegiatan produksi benih ini, seluruh tindakan atau perlakuan petani, harus diinformasikan ke Pengawas Benih. dan perlakuan yang akan diterapkan petani harus sesuai rekomendasi penagawas benih.

Dalam kegiatan Sekolah Lapang turut hadir Koordinator BPP Kecamatan Lareh Sago Halan, Daya sapaan akrab ibu Kordinator ini langsung mengidentifikasi lahan petani yang akan panen dalam minggu ini. Dan, direncanakan akan lekukan ubinan saat panen guna mendapatkan gambaran potensi produksi dan produktifitasnya. Hal ini untuk mendukung, pengajuan usulan penangkaran benih nantinya., jelasnya.

Pada akhir diskusi, Evi Natalia selaku pengaws benih, menyampikan bahwa pihaknya siap mendampingi dan memberikan bantuan teknis kepada petani yang ingin dan mau melakukan usaha penangkaran benih.

Para petani penangkar antusias dan akan semangat untuk menangkarkan benih dan menghasilkan benih berkualitas dengan adanya fasilitasi pemasaran produk yang mereka hasilkan.