Kementan Bekali Sumber Daya Manusia Pertanian Melalui Pelatihan Penyusunan DUPAK Bagi Widyaiswara
01 Desember 2021

Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong kinerja sumber daya manusia pertanian, salah satunya widyaiswara. Apalagi sekarang ini kinerja widyaiswara selalu dipantau dan dinilai secara berkala melalui Dupak online.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menegaskan peran sumber daya manusia (SDM) yang unggul, professional dan adaptif. Pasalnya, SDM menjadi kunci penting dalam pembangunan pertanian dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. Ia menambahkan widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian merupakan agen utama dalam transfer of knowledge, bahkan harus mampu dalam transfer of motivation bagi petani. Mengingat peran penting ini, sangat perlu setiap widyaiswara untuk terus meng-upgrade wawasan, kapasitas dan kemampuan melalui berbagai pelatihan, seminar, magang dan lainnya sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan dunia pertanian.
Dikesempatan yang lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan jika Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang luar biasa kepada peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia Pertanian yang saat ini sasarannya adalah widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam membentuk atau mewujudkan SDM Pertanian,” jelas Dedi.
Untuk itu, bertempat di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Kementan menyelenggarakan “Pelatihan Penyusunan DUPAK Bagi Widyaiswara” selama lima hari dari tanggal 29 November sampai dengan 03 Desember 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang widyaiswara yang mewakili 10 UPT Pelatihan lingkup Pusat Pelatihan Pertanian.

Seorang Widyaiswara kedepannya dituntut untuk paham bagaimana mensinkronkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan dupak online yang butir-butir kegiatannya merujuk pada peraturan dan juknis yang sudah ada. Selain itu Widyaiswara dituntut untuk meningkatkan SDM pertanian dan bisa menjadi Widyaiswara yang profesional. Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati yang didapuk sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala PPMKP Ciawi, Yusral Tahir menegaskan bahwa seorang Widyaiswara juga tidak melupakan penugasan lain diluar tugas dan fungsinya sebagai Widyaiswara. “Walaupun demikian Widyaiswara tidak harus selalu berkutat dengan butir-butir kegiatannya saja. Penugasan lain diluar tusi Widyaiswara baik tertulis dan lisan dari pimpinan juga harus menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,“ ujar Kapus. Hal ini disebut sebagai salah satu wujud dari loyalitas kepada pimpinan dan institusi dalam pencapaian kinerja yang telah ditetapkan
Keberadaan Jabatan Fungsional Widyaiswara merupakan Jabfung yang sudah lama ada dan terus berkembang baik dari sisi peraturan maupun pengelolaan administrasinya. Perkembangan ini dapat dilihat dengan terbitnya peraturan-peraturan baru baik di lingkup internal Kementan maupun dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI selaku lembaga pembina dan penilai angka kredit Widyaiswara secara nasional.