Memproduksi Plastik Biodegradable Dari Kulit Singkong
03 Februari 2021
Plastik adalah bahan banyak sekali digunakan dalam kehidupan manusia, karena plastik dapat digunakan sebagai alat bantu yang relative kuat, ringan, dan harga yang murah. Dalam bidang pertanian plastikpun tidak ketinggalan, sehingga terjadi peningkatan produksi pertanian, dengan demikian pemanfaatan pelastik terus meningkat. Plastik merupakan bahan yang relative nondegradable sehingga pemanfaatan plastik harus diperhatikan mengingat besarnya limbah yang dihasilkannya. Plastik yang beredar di pasaran saat ini merupakan polimer sintetik yang terbuat dari minyak bumi yang sulit untuk terurai di alam. Akibatnya semakin banyak yang menggunakan plastik, akan semakin meningkat pula pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas air dan tanah menjadi tidak subur. Untuk mengurangi akibat adanya limbah plastik perlu adanya bahan pengganti plastik konvensional menjadi bahan plastik, yaitu plastik degradabel. Bahan ini banyak terdapat di sekitar kita yaitu bahan yang banyak mengandung pati, sellulosa, protein, kitosan, hemisellulosa, dll. Bahan ini mudah diuraikan kembali oleh mokroorganisme, atau bisa terurai dengan sendirinya. Banyak limbah yang bisa digunakan menjadi plastik biodegradable seperti, kulit pisang, kulit ubi kayu, dan limbah–limbah yang lain yang masih mengandung pati. Dan disini penulis akan menyajikan teknik pembuatan plastik biodegradable dari limbah kulit singkong. Kulit singkong adalah limbah pengolahan ubi kayu yang akan dijadikan tepung baik tepung Tapioka maupun MOCAF (Modified Cassava Flour), yang biasanya sebatas digunakan sebagi pakan ternak dan pupuk organik, akan tetapi melihat komposisi kimia dari kulit singkong masih banyak mengadung pati (karbohidrat). Komponen kimia dan zat gizi pada kulit singkong adalah protein 8,11 g; serat kasar 15,2 g; pektin 0,22 g; lemak 1,29 g; dan kalsium 0,63 g (Rukmana, 1997). Melihat komposisi kimia dari kulit singkong sedemikian rupa, sehingga memungkinkan sekali kulit singkong dijadikan bahan baku pembuatan plastik biodegradabel. Secara umum kemasan plastik biodegradable diartikan sebagai film kemasan yang dapat didaur ulang dan dapat dihancurkan secara alami. Menurut Griffin (1994), plastik biodegradable adalah suatu bahan pada kondisi tertentu, waktu tertentu mengalami perubahan dalam struktur kimianya, yang mempengaruhi sifat-sifat yang dimilikinya oleh pengaruh mikroorganisme (bakteri, jamur, algae). Sedangkan Seal (1994), menerangkan bahwa kemasan plastik biodegradable adalah suatu material polimer yang berubah kedalam senyawa berat molekul rendah, dimana paling sedikit satu tahap pada proses degradasinya melalui metabolisme organisme secara alami. Plastik Biodegradable Berbahan kulit singkong sebagai Solusi Pencemaran Sampah Plastik. Plastic Biodegradable, yaitu jenis plastik yang mudah diurai oleh mikroorganisme dalam tanah. Biodegradable plastic adalah polimer yang dapat berubah menjadi biomassa, H2O, CO2 dan atau CH4 melalui tahapan depolimerisasi dan mineralisasi. Proses mineralisasi membentuk CO2, CH4, N2, air, garam-garam, mineral dan biomassa. Plastic Biodegradable dapat dibuat dari bahan alam, salah satunya adalah pati. Kesimpulannya, plastik biodegradable dapat dibuat dari bahan yang mengadung karbohidrat / pati dan sejenis lainnya (selulosa, hemi selulosa, taketin dan lain-lain). Pertimbangan pembuatan plastik biodegradable dari kulit singkong yaitu kulit singkong merupakan limbah yang banyak mengadung pati, selama ini penggunaannya sebatas sebagai pakan ternak. Dalam pembuatan biodegradible plastik dari kulit singkong melalui 4 tahapan : penepung kulit singkong, pembuatan nata, dan pembetukan plastik biodegradable dan uji biodegradible. Plastik Biodegradable ini mudah terurai oleh mikroorganisme, cahaya, suhu, dan air, oleh karena itu biodegradable merupakan salah satu solusi dalam menghadapi pencemaran plastik konvensional.