Temukan Teknologi Pompa Air Tanpa Listrik, P4S di Aceh Utara Penuhi Kebutuhan Air Lahan Pertanian
23 Oktober 2021

 Air merupakan salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di muka bumi ini yang tidak dapat terpisahkan. Tidak hanya penting bagi manusia, air merupakan bagian yang penting bagi hewan dan tumbuhan. Tanpa air, kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup.

Dalam dunia pertanian, air juga memegang peranan penting untuk keberlangsungan hidup tanaman dari tanam hingga panen. Namun air yang layak sulit diperoleh di kawasan pertanian yang terletak di sebagian Kabupaten Aceh Utara.

Telah lama mengetahui hal ini, Taufik Helmi, Ketua P4S Laskar Tani yang terletak di Desa Blang Poroh, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara berhasil mengembangkan teknologi pompa air tanpa listrik. Selama ini air yang digunakan disini tidak bagus, karena air yang disedot melalui sumur bor berwarna kuning selama 40 tahun terakhir, ujar Taufik.

Areal pertanian di Desa Blang Poroh seluas 8 hektar yang ditanami berbagai tanaman dan perternakan sapi dan ayam dapat dipenuhi seluruh kebutuhan airnya yang bersumber dari pompa tanpa listrik itu, tambah Taufik. bahkan tempat penampungan air yang akan dialirkan ke kawasan pertanian dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Selain itu teknologi pompa air tanpa listrik ini berhasil memenuhi kebutuhan air bersih dua pondok pesantren yang terletak di desa sebelahnya yaitu Desa Keutapang dan Desa Cot Mambung. Sumber air berasal dari alur parit Blang Poroh yang mengalir dari pegunungan, sehingga airnya cukup jernih dan layak konsumsi. Artinya 3 desa sudah teratasi untuk kebutuhan air bersih, jelas Taufik.

Jadi sebenarnya banyak potensi yang dimiliki oleh para petani kita. Seperti yang pernah disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi bahwa petani memiliki kemampuan meningkatkan inovasi dan teknologi.

Senada dengan Dedi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa petani Indonesia tidak boleh tertinggal karena banyak inovasi teknologi dan mekanisasi yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian.